Jumat, 23 Oktober 2009

KAMU

KAMU DAN CINTAMU

Inilah cita-citaku yang ada digenggaman tangan…dan demi itu…

Kulepaskan cintaku

Dan demi cita-citaku…kukubur sangat dalam beban perasaanku…kerinduanku

Sampai…burung-burung kecil berkicau di jingganya bunga-bunga

Menyanyikan lagu tempo dulu…lagu kampung halaman…diiringi samar petik gitar

Kuhayati syairnya…membawakan pesan untukku…dari waktu dan jarak yang jauh

Tak ingin terlupakan

Apa benar kabar yang mereka bawa untukku?

Tentang dirimu?

Tentang kesendirianmu?

Yang pasti aku tak bermaksud menyakitimu

Yang pasti kutak sengaja mendapatkan berita itu

Aku tak percaya arti setia

Walau warna jingga selalu hadir di pagi dan senja…

Dan siang yang terik menyinari bunga Nopember yang jingga

Tetap…aku hanya percaya yang pernah kurasakan

Dan rasa itu sangat terasa…cinta

Aku dapat membedakan…

Mencintai dan bukan mencintai

Seperti jingganya pagi dan jingganya senja

Apakah kamu mengerti keadaanku…saat ini?

Seperti kicauan burung-burung kecil yang berlagu dari negri yang jauh

Apakah mereka juga membawa kabarku untukmu?

KAMU DAN GITARMU

Kudengar dari alam lain…jauh disana

Terbentang jarak dan waktu

Kicauan burung kecil…

Pergi meninggalkan sarang induknya

Mencari kidung yang sama

Daun-daun berguguran di negri yang tak mengenal musim gugur

Kicau burung kecil di pupus daun yang tersisa

Menyanyikan kidung turun menurun…kidung induknya…kidung tempo dulu

Memanggil petik gitar yang pernah mengiringi…dulu

Petik gitar terdengar samar bukan karena jauh…tapi hampir habis termakan waktu

Rindunya…

Musim semi…bunga Nopember yang jingga berbunga di bulan Oktober…

Negri yang tak mengenal musim semi

Kepak-kepak burung kecil yang dewasa

Bulu sayapnya jingga…sejingga bunga Nopember

Kembali menemui induknya…bercerita tentang dunia…

Di musim gugur…di musim semi…

Negri yang tak pernah ada gugur dan semi…hujan dan kemaraunya sama

Hujannya terhias pelangi di balik sinar mentari

Kemaraunya menetes embun di pagi hari menyambut mentari

Kicaunya di negri yang jauh…

Petik gitarnya juga samar…masih terdengar

Kini…burung kecil tlah dewasa

KAMU DAN PERTANYAANMU

Bunga Nopember bersemi di bulan Oktober…

Yang mulai berguguran di bulan Nopember…

Jingga pucuk-pucuknya…jingga di atas tanah

Bulan Desember daunnya berguguran gersang tak berdaun…bagai mati

Bunga Nopember…berbunga…tak pernah berbuah

Bunga Nopember tumbuh…walau tak ada yang menanam…sepanjang jalan

Indah di buat puisi…puisi kesetiaan…

Puisi kesetiaan…?

Aku tidak mengerti…aku ikuti arus kehidupan…Jingganya

Ku pijak tanah jingga…di bulan itu

Udaranya panas…anginnya semilir…di hujani cahya mentari sepanjang tahun

Ku anggap aku tlah terbebas…mengartikan jalan kehidupanku

Tapi tak bisa terlepas dari kenangan

Ku abadikan kenanganku sendiri…jadi sebuah syair bukan dari seorang pujangga

Syair kerinduan…?

Aku tidak tahu dimana berhembusnya…aku percayakan pada angin lalu

Ku halau bunga-bunga jingga berjatuhan…di depan mataku

Tuhan meng-indah-kan pohon Nopember…dengan musimnya sendiri

Tuhan mewarnai pohon Nopember…bagai pagi dan senja

Bagai warna kehidupan…cinta dan kasih sayang

Cinta dan kasih sayang?

Tuhan…aku ingin bahagia bersamanya

Bagai mentari bercahya putih menerangi jingga

Bunga-bunga Nopember yang indah…jingga

Indahnya memang sulit untuk kulupakan…

Hingga…

“Kamu tak dapat melupakanku”…Keyakinanmu

…dan suatu kebenaran

Bagai pohon Nopember…yang slalu ingat bulan Nopember

“Aku ingin hidup bersamamu sampai aku mati”…Janjimu

…bagai janji pohon Nopember pada bulan Nopember

Tuhan…apakah kamu tercipta untukku?

Atau…

Doa-doamu tentang kita dikabulkan Tuhan