Jumat, 19 Februari 2010

Selasa, 16 Februari 2010

KAMU, KAU Hai cinta…apa kabarmu ? Hai kau… Tak mungkin kamu melupakanku…karena cinta itu kamu yang memulainya… Dan hatiku tlah kamu ambil Bertahun tahun jiwaku melayang jauh darimu…bila saatnya hadir kembali padamu Dan kuminta kembali hatiku yang kamu ambil…adakah masih kamu simpan? Atau kamu buang hatiku? Bila kuminta kembali cintamu seperti dulu ? Apa masih mungkin? Bertahun-tahun ku melangkah tak memakai hati…terasa hampa dan kosong Bagai raga tak bernyawa…bernapas dengan alat yang bernama paru-paru…sesakkan dada Mengertilah..kau Semasa anak-anak aku tak punya cita-cita mempunyai hati yang di ambil… Tak punya rasa…hambar Mengertilah…kau Walau kusiksa diriku sendiri…tak menegurmu…mengapa hati itu kamu ambil ? Mengertilah…kau Sebenarnya aku tak tahu kalau efek cinta adalah penyakit hati yang kronis Mengertilah kau…namun ku tetap tersenyum karenanya
KAMU, KAMU, DAN KAMU Ketika kamu bernyanyi cinta untukku… Ketika itu aku melonjak kesenangan seperti anak kecil yang mendapatkan mainan Ketika aku benar-benar menamatkan pandanganku menatap wajahmu… Ketika itu aku larut dalam senyumanmu Ketika aku sadar tapi tidak sadar jatuh hati padamu… Ketika itu hatiku berhenti mencintai orang lain…dan rinduku menguasai alam semesta Kebodohanku…menyelimuti tawaku yang lugu…segala keinginan dunia dapat terbeli dengan uang Tidak dengan perasaanku…tak dapat terbeli dengan uang…tak dapat dihapus tangan manusia Ketololanku…mengotori logikaku berfikir Mungkin cinta monyet…?mungkin…tapi aku bukan monyet Mungkin cinta buta…?mungkin…tapi aku bermata Entahlah…aku tidak bisa berlogika Mungkin satu…mungkin tak hingga…mungkin tak pasti Mungkin prima…mungkin imajiner…mungkin pecahan Mungkin memang kamu jawabannya…saat ini…mungkin…hanya KAMU

Senin, 15 Februari 2010

KAMU SELALU MENGINGAT KESALAHANKU Aku raba telapak tanganku…tak dapat kurubah goresannya Coba kau raba telapak tanganmu…bukan aku yang melukiskannya Apapun yang sudah tergores di telapak tangan kita janganlah kamu pikirkan Tataplah mataku…masih bening memandangmu Jangan kamu tanyakan masa laluku…kamu akan membuatku terluka Seharusnya kamu sambut hadirku…karena inilah rindumu…jawaban dari kesendirianmu sampai kini Jawaban dari kesetiaanmu Kekasihku…hatiku jujur berkata…ragumu membuatku memburam kembali Wajah-wajah masa lalu bagai foto-foto suram yang terbakar hangus…tersimpan dalam kenangan… Berlarian menempati posisinya sendiri Takkan ku tanyakan masa lalumu… Bagiku…kamu bukan manusia purba yang bangkit kembali di masa depan Adakah bayangan lebih putih dari cahayanya? Adakah ada bayangan bila tak ada cahaya? Masa lalu bagiku adalah bayangan…Masa depan bagiku adalah cahaya Mari kita menuju cahaya-NYA
KAMU MERINDUKAN, HATIKU YANG RINDU Aku tidak pernah menginginkan jatuh cinta… Cinta datang bagai burung-burung putih beterbangan memilih dahan yang tinggi menjulang ke langit Aku tidak pernah memilih mencintaimu…dan merasakan rindu Rindu bagai gelap menyelimuti malam…merangkul mimpi menerbitkan fajar keemasan Bila ku sebutkan namamu…keyakinanku kamu pun menjadi rindu Petik gitarmu menjawabnya…terkirim lewat angin semilir Hayati syair laguku mengisi petik gitarmu yang tak bersimponi Aku sebut namamu sampai aku tak mampu menyebut namamu lagi… Dan rindumu akan merindukanku yang beku terkurung Kristal-kristal sepi…kristal-kristal rindu Petik juga bunga mawar merah putih selipkan di gitarmu…itu bunga hatiku Yang semalam tetes air mataku menjelma menjadi bunga-bunga mawar… di bawa malaikat didepan pintu rumahmu Tak bisa aku membencimu setelah aku mencintaimu…walau rindu ini beku mengkristal
KAMU, KEKASIH HATIKU Kehadiranmu…memekarkan ribuan bunga-bunga ditaman hatiku…senyumku tak terhenti Tak ingin kupetik…tapi tak ingin kelihatan layu Dengar…dengarkan bisik hatiku…yang membisukan bibirku Kamu mendengar bisik hatimu sendiri? Aku mendengar hatiku berbicara dengan hatimu…bibirku terkatup kelu Tak ada yang mampu mendengarnya…hanya kita Berjatuhan embun di dedaunan…bunga-bunga menebar harum mewangi Tuhan melingkupi hati hati yang merindu…dan bunga-bunga ini berpuisi dengan warnanya Tuhan melindungi hati hati yang mencumbu…dan gemintang menerangi malam gelap Dengar…dengarlah nyanyian hatiku…berjatuhan bunga-bunga diujung dahan Angin semilirnya menyejukkan…daun-daun berguguran Dengar…dengarkan keluh hatiku…tak ingin berakhir…hatiku yang berbisik dihatimu Semilir angin kering menghiburkan…rindu membara di dada Terangnya sinar matahari menerangi redup hatiku Senandungkanlah hatimu…rindu pada hatiku yang akan bernyanyi cinta untukmu

Minggu, 07 Februari 2010