Jumat, 05 Maret 2010

KAMU,ARTI SEBUAH KEHILANGAN Walau kukejar tak akan lari…tak juga datang bersambut Seandainya kudiamkan tak begitu saja lenyap bekasnya Sepi yang merasakan sepi…sangat dalam Seandainya diri ini menggigil kedinginan namun tak ada selimut sehelaipun yang kering Seakan ingin berlari mencari tempat bersandar…tak ada pintu yang terbuka Kuketuk pintu hatiku sendiri…menaungi jiwaku yang sepi sendiri…bersembunyi disana Seharusnya jiwaku tidak menjerit dalam persembunyiannya… Tali layang-layang yang putus tak sanggup mengejar laju layang-layang yang terbang tertiup angin Dan ingatan masih saja memikirkan benang layang-layang digenggaman… Tersisa hanya tiupan anginnya… mengabarkan layang-layang itu tersangkut di pucuk dahan yang tinggi Hanya mampu berdoa apabila Tuhan menjatuhkan takdir tuk berjumpa kembali Air mata pun tak akan habis bila terus menangis Kamu membuatku bagai layang-layang yang putus talinya Menantikan sebuah keajaiban alam untuk berjumpa Dengarkanlah lagu yang terkirimkan angin lalu Dengarkan lagu itu tentang perasaanku…tertangkap pada gelombang yang tersiarkan… Layang-layang itu bernyanyi bersama burung-burung diiringi angin lalu Dengarkanlah…masihkah kamu mendengarkan Kalau rindu ini menyapaku…aku tidak tahu harus berbuat apa ? Ingin menangis aku sudah tidak mampu lagi menangis Ingin marah tapi tak ada alasan yang kuat untukku marah Mungkin aku hanya mampu terdiam Rindu itu datang dan pergi Mungkin saat ini rindu sedang ingin datang menghampiriku Esok…mungkin akan pergi menjauh Akhirnya segala yang kutakutkan terjadi juga… Bila cinta itu akhirnya hanya tersembunyi dalam hati…tertimbun puing-puing rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar